Bangunan baru tersebut mencakup ruang kelas, gedung kantor, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang UKS, dan kantin.
Adapun KUA Putri Betung di Gayo Lues yang hilang akibat banjir akan dibangun di lokasi baru. Pembangunan dilakukan di atas tanah yang diupayakan bersama melalui kemitraan Kantor Kemenag setempat.
Penanganan rumah ibadah dan pondok pesantren terdampak juga terus dilakukan melalui penyaluran bantuan secara bertahap.
Meski demikian, Azhari menyebut masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pemulihan. Beberapa lokasi yang sebelumnya terdampak kembali dilanda banjir. Selain itu, waktu efektif yang tersisa untuk merealisasikan program hanya sekitar tiga bulan.
"Percepatan realisasi perlu menjadi perhatian bersama, mengingat waktu efektif yang tersisa sekitar tiga bulan. Karena itu, diperlukan tim pengawasan di tingkat pusat, Kanwil, serta kabupaten/kota," ujarnya.