Di sisi lain, Kemenag tengah menyiapkan struktur penanganan bencana yang lebih permanen melalui pembentukan Tim Koordinasi Penanganan Bencana.
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i mengatakan pembentukan tim tersebut hampir rampung. Nantinya, tim akan memiliki koordinasi langsung mulai dari tingkat pusat hingga wilayah, kantor Kemenag kabupaten/kota, dan KUA.
"Alhamdulillah, sudah hampir selesai. Jadi kan ada tim pusat koordinasi langsung bukan dengan garis putus-putus ke wilayah, sampai ke kankemenag dan ke KUA. Dan kita sebenarnya selama ini personil kita di bawah itu sudah dipakai oleh BNPB. Ke depan kita langsung menjadi tim tanggap bencana," kata Wamenag.
Tim tersebut akan dipimpin Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Faisal Ali Hasyim.
Dalam rapat koordinasi pematangan tim pada 2 November 2026, Faisal menjelaskan tim akan berperan sebagai koordinator penanganan bencana. Tugasnya meliputi koordinasi bantuan tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi, pendataan wilayah dan korban terdampak, hingga penghimpunan dan penyaluran dana melalui rekening Kemenag Peduli.
(Febrina Ratna Iskana)