sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menag: Kalender Hijriah Global Turki Belum Mulai 1 Ramadan Besok

Syariah editor Binti Mufarida
17/02/2026 21:45 WIB
Bahkan, Kalender Hijriah Global versi Turki juga belum memulai Ramadan esok hari.
Menag: Kalender Hijriah Global Turki Belum Mulai 1 Ramadan Besok. (Foto Aldhi/IMG)
Menag: Kalender Hijriah Global Turki Belum Mulai 1 Ramadan Besok. (Foto Aldhi/IMG)

IDXChannel - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, negara-negara Islam belum ada yang memenuhi kriteria imkan rukyat sehingga 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Bahkan, Kalender Hijriah Global versi Turki juga belum memulai Ramadan esok hari.

“Di negara-negara Islam lainnya, belum ada yang memenuhi kriteria imkan rukyat, dan kalender Hijriah Global versi Turki pun tidak memulai Ramadan esok hari,” ujarnya saat menyampaikan penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Pada kesempatan itu, Menag menyampaikan, Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. “Musyawarah mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam, serta dikonfirmasi oleh petugas pengamat di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia,” kata dia.

Berdasarkan paparan, kata Nasaruddin, ketinggian hilal di seluruh wilayah NKRI masih berada di bawah ufuk, dengan rentang antara -2° 24‘ 43“ (-2,41°) hingga -0° 55‘ 41“ (-0,93°). Sementara itu, sudut elongasi berada pada kisaran 0° 56‘ 23“ (0,94°) hingga 1° 53‘ 36“ (1,89°).

Artinya, secara hisab, posisi hilal di seluruh wilayah NKRI belum memenuhi kriteria Visibilitas Hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi hilal minimum 3° dan sudut elongasi minimum 6,4°.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement