“Pada kesempatan ini adalah nama yang sudah memenuhi syarat. Tadi seluruh hasil pengamatan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat dengan dukungan data hisab dan kesaksian rukyat laporan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menetapkan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah secara objektif ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar dia,
Menang berharap keputusan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam di Indonesia untuk memulai rangkaian ibadah Dzulhijjah.
“Termasuk puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah Iduladha dan ibadah qurban secara serentak. Lebih dari itu kita juga semua mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan mempererat ukhuwah islamiyah," kata Menag.
(DESI ANGRIANI)