AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Penerbangan ke Arab Saudi Dibuka, Umrah Masih Terkendala E-Visa yang Inactive

SYARIAH
Widya Michella
Kamis, 02 Desember 2021 13:15 WIB
Pihak Amphuri menjelaskan meski penerbangan ke Saudi sudah dibuka, proses pemberangkatan jamaah umrah  terkendala e-visa yang masih inactive.
Penerbangan ke Arab Saudi Dibuka, Umrah Masih Terkendala E-Visa yang Inactive(Dok.MNC Media)
Penerbangan ke Arab Saudi Dibuka, Umrah Masih Terkendala E-Visa yang Inactive(Dok.MNC Media)

IDXChannel- Penerbangan langsung Indonesia ke Arab Saudi telah dibuka oleh Otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 terhitung mulai 1 Desember 2021.

Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai persiapan-persiapan terkait penyelenggaraan ibadah umrah pada bulan Desember 2021. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengatakan pembukaan ini hanya di sisi penerbangan saja. Namun dalam pemberangkatan jamaah umrah  terkendala visa yang hingga saat ini masih dalam status Inactive. 

"Perlu diketahui kondisi sekarang saat ini baru diizinkan penerbangan langsung sedangkan umrahnya belum karena sistem visanya masih di blok.Kita berharap dalam waktu dekat bisa dibuka sehingga proses pengajuan bisa dijalankan," kata Firman saat dihubungi MNC Portal, Rabu,(01/12/2021).

Secara terpisah, hal ini dibenarkan oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono bahwa e visa umrah belum terintegrasi dengan data-data pada aplikasi pedulilindungi terutama pembacaan sertifikat vaksin.

"Memang benar di aplikasi e-visa sekarang, waktu mengisi untuk register aplikasi itu harus mencantumkan jenis vaksin yang kita pakai masalahnya pada saat kita memilih vaksinnya Sinovac atau Sinopharm itu belum bisa masuk muter-muter terus,"ujar Eko saat dikonfirmasi MNC Portal, Kamis,(02/12/2021).

Padahal menurutnya, tim teknis antara kementerian kesehatan Indonesia dan Saudi terus berbicara mengenai hal ini. Namun hingga kini belum terintegrasi. 

"Benar kata Pak Firman memang belum bisa masuk jamaah kita, wong visanya aja belum kebuka. Jadi harus nunggu integrasi antara tawakalna dan pedulilindungi. E-visa ini belum bisa menerima data-data dari pedulilindungi sehingga sertifikat vaksin nya belum bisa masuk ke e-visa untuk umrah."ucapnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD