AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Perkuat Keuangan Sosial Islam, Sri Mulyani Siap Koordinasi dengan Baznas dan BWI

SYARIAH
Iqbal Dwi Purnama
Minggu, 05 Desember 2021 08:11 WIB
Atasi keterpurukan pandemi, Menkeu Sri Mulyani mengatakan diperlukan penguatan keuangan sosial Islam.
Perkuat Keuangan Sosial Islam, Sri Mulyani Siap Koordinasi dengan Baznas dan BWI(Dok.MNC Media)
Perkuat Keuangan Sosial Islam, Sri Mulyani Siap Koordinasi dengan Baznas dan BWI(Dok.MNC Media)

IDChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan diperlukan penguatan keuangan sosial Islam untuk melahirkan sebuah terobosan baru cukup diperlukan di tengah situasi pandemi covid 19.

Menurutnya hal ini dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara lembaga sosial Islam dengan kementerian keuangan sebagai bendahara sekaligus pengelola keuangan negara.

"Untuk itu, Kemenkeu membuka diri menerima pemikiran-pemikiran semisal penguatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) ke dalam kordinasi Kemenkeu yang tentu memerlukan koordinasi berbagai macam pihak terutama DSN-MUI,” ujar Sri Mulyani pada keterangan tertulisnya.

Sri Mulyani menambahkan di tengah situasi pandemi Covid 19 Indonesia membutuhkan langkah-langkah extra ordinary mengingat diumumkannya varian baru covid 19 bernama Omicron.

Sri Mulyani menambahkan penanganan pandemi Covid 19 saat ini bergantung pada APBN maupun pendanaan sosial supaya bisa menekan dampaknya pada Perekonomian.

"Banyak pengeluaran yang dikeluarkan yang difokuskan kepada bidang kesehatan, bidang usaha kecil menengah, dan bantuan sosial kepada masyarakat,” sambung Sri Mulyani.

Menurutnya, hal ini juga sesuai dengan maqashid syariah, untuk mampu mengedepankan skala prioritas berdasarkan kemaslahatan umat.

“Kita harus menggunakan instrument dan poros kita untuk di prioritaskan kembali. Di dalam kerangka pemulihan ekonomi, kita akan menggunakan APBN sebagai instrumen untuk memulihkan ekonomi,” pungkasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD