“Petugas checker bagasi bekerja untuk memastikan setiap koper jamaah terpantau dengan baik. Karena bagi jamaah, koper itu sangat penting. Di dalamnya ada kebutuhan pribadi, perlengkapan ibadah, dan barang-barang yang mereka perlukan selama berada di Tanah Suci,” ujar Abdul Basir dikutip Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, dalam proses perjalanan udara, kondisi koper dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kondisi koper yang terlalu penuh, sehingga tekanan pada bagian resleting, roda, pegangan, atau badan koper menjadi lebih besar.
Selain itu, proses penempatan dan pemindahan bagasi di berbagai area, termasuk saat koper berada di dalam pesawat, juga dapat memengaruhi kondisi fisik koper saat tiba di tujuan.
“Kondisi koper bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya koper yang terlalu penuh, kemudian proses penempatan koper di area bagasi pesawat, serta perpindahan dari satu titik ke titik lainnya. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan agar bila ada kendala dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai alurnya,” tutur dia.
Meski demikian, apabila terdapat jamaah yang mendapati kopernya mengalami kerusakan, Abdul Basir mengimbau agar laporan