IDXChannel – Perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sering terjadi di Indonesia. Hal ini membuat sebagian masyarakat bertanya, bolehkah puasa ikut Muhammadiyah tapi Lebaran ikut NU?
Pertanyaan ini biasanya muncul ketika awal puasa ditetapkan lebih dulu oleh Muhammadiyah, sementara penetapan Idulfitri menunggu keputusan pemerintah atau hasil rukyatul hilal yang biasanya diikuti oleh NU.
Mengapa Penentuan Puasa dan Lebaran Bisa Berbeda?
Perbedaan tersebut terjadi karena metode yang digunakan oleh kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan Hijriah. Jika posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka bulan baru dianggap telah dimulai.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu melihat langsung bulan sabit pertama setelah matahari terbenam. Metode ini juga didukung oleh perhitungan astronomi sebagai alat bantu.
Karena perbedaan metode tersebut, terkadang awal Ramadhan atau Idulfitri bisa jatuh pada tanggal yang berbeda.