AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

RI Punya Tiga Kawasan Industri Halal, Wapres: Kita Harus Bersyukur!

SYARIAH
Giri Hartomo/Okezone
Senin, 05 April 2021 12:05 WIB
Upaya pengembangan industri produk halal dilakukan antara lain melalui pembangunan kawasan industri halal maupun zona-zona Halal di dalam kawasan industri
RI Punya Tiga Kawasan Industri Halal, Wapres: Kita Harus Bersyukur! (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Dalam gelaran IDX Channel Sharia Fair 2021, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah tengah membangun beberapa kawasan industri halal

Melalui upaya ini, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk akan berada dalam satu atap atau one stop service. 

“Upaya pengembangan industri produk halal dilakukan antara lain melalui pembangunan kawasan industri halal maupun zona-zona Halal di dalam kawasan industri,” ujarnya dalam acara Sharia Fair 2021 IDX Channel, Senin (5/4/2021). 

Saat ini, sudah ada 3 kawasan industri halal yang dibangun. Pertama adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Provinsi Banten, kedua adalah Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, dan ketiga, yang baru saja ditetapkan adalah Bintan Inti Halal Hub, di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. 

“Kita bersyukur bahwa sudah ada 3 kawasan industri halal,” kata Ma’ruf. Selain itu, pemerintah juga mendorong pembenahan pencatatan perdagangan produk halal Indonesia berikut pengembangan kodifikasi data industri halal. 

Dengan upaya ini diharapkan statistik perdagangan produk halal Indonesia akan tercatat dengan lebih baik.  

Selain itu juga dilakukan pengembangan sistem dan proses sertifikasi produk halal dan produk halal ekspor yang mudah, efisien dan efektif. Upaya lainnya adalah pengembangan substitusi produk impor dan material non halal.  

“Termasuk di dalamnya adalah mendorong keterlibatan lembaga-lembaga riset untuk melakukan penelitian dan pengembangan yang mendukung pengembangan industri produk halal,” ucap Ma’ruf.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD