AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Ridwan Kamil Dorong Seluruh Masjid di Jabar Aplikasikan Kencleng Digital

SYARIAH
Agung bakti sarasa
Minggu, 28 November 2021 07:22 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong pengurus masjid mengaplikasikan kencleng digital.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong pengurus masjid mengaplikasikan kencleng digital. (Foto: MNC Media)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong pengurus masjid mengaplikasikan kencleng digital. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong pengurus masjid mengaplikasikan kencleng digital. Hal itu dilakukan agar infak dan sedekah jemaah yang diperoleh semakin besar untuk kesejahteraan masyarakat.  

Menurut dia, transformasi digital diperlukan untuk merespons disrupsi revolusi industri 4.0 yang kini tengah terjadi di Indonesia. Pada era revolusi industri 4.0 ini, kata Ridwan Kamil, seluruh aktivitas dilakukan dengan menggunakan teknologi digital, termasuk dalam bersedekah dan berdakwah.

"Dakwah agama Islam itu di mana-mana subtansinya tidak berubah dari sejak zaman Rasul, yang membedakan caranya. Sekarang caranya sudah serba digital maka dengan digital," ujar Ridwan Kamil dalam acara  Rakerwil Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jabar di Hotel Sakto, Kota Bandung, Sabtu (27/11/2021).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan, dalam realisasinya, dakwah digital bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti berinfak melalui kotak-kotak amal di masjid. 

Lewat teknologi digital, maka infak di masjid-masjid sudah bisa menggunakan handphone atau metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Caranya, jemaah masjid cukup melakukan scan ke QR Code yang tersedia di masjid tersebut. 

"Karena banyak orang-orang yang jarang bawa uang seperti saya, tapi ada uangnya di handphone, sehingga ngasihnya bisa besar. Itu jumlahnya besar sekali," kata Kang Emil. 

Khusus untuk kencleng digital ini, Kang Emil menginginkan agar seluruh masjid yang tergabung dalam DMI Jabar menggunakan metode tersebut.

"Ngencleng dulu manual, sekarang dengan ngencleng digital bisa 5-10 kali lipat. Jadi, saya titip masjid-masjid di bawah DMI Jawa Barat sudah harus seratus persen ngencleng digital QRIS," katanya.

Selain kencleng digital, Kang Emil juga mendorong ceramah menggunakan teknologi digital, misalnya penceramah menyampaikan dakwahnya untuk diunggah di platform Youtube.

"Kalau ada kyai ceramah ke seribu orang itu bagus, tapi lebih bagus lagi ceramahnya dengarkan oleh sejuta orang yang mayoritas tidak hadir, tapi lihat di y?Youtube-nya. Itulah revolusi digital di Jawa Barat," kata Kang Emil. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD