AALI
9900
ABBA
410
ABDA
0
ABMM
1575
ACES
1265
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3010
ADHI
1065
ADMF
7825
ADMG
199
ADRO
1940
AGAR
328
AGII
1510
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1085
AKRA
4310
AKSI
398
ALDO
865
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.21
0.09%
+0.47
IHSG
6615.87
0.18%
+12.07
LQ45
945.89
0.03%
+0.30
HSI
24234.29
0.99%
+237.42
N225
28775.38
-0.3%
-85.24
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Soal Kuota Haji, Jokowi Diminta Lobi Raja Salman

SYARIAH
Puteranegara
Selasa, 01 Juni 2021 13:53 WIB
Untuk mendapatkan jatah kuota haji untuk Indonesia, Presiden Joko Widodo diharapkan dapat melobi langsung Raja Salman. 
Soal Kuota Haji, Jokowi Diminta Lobi Raja Salman (FOTO: MNC Media)
Soal Kuota Haji, Jokowi Diminta Lobi Raja Salman (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Tahun ini, Arab Saudi berencana membuka kuota haji terbatas karena pandemi covid-19 masih melanda. Untuk mendapatkan jatah kuota haji untuk Indonesia, Presiden Joko Widodo diharapkan dapat melobi langsung Raja Salman

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Demokrat Achmad meminta kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan atau melakukan lobi kepada Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz al-Saud terkait kepastian pelaksanaan Haji tahun 2021.

"Bukan melemahkan pak Menteri (Agama) maksud saya tidak lagi zamannya Menag dan urusan haji yang berurusan tapi kepala pemerintahan Pak Jokowi harus turun tangan mengontak Raja Salman," kata Achmad, Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Achmad mengklaim, selama ini mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait dengan pelaksanaan Haji di tengah Pandemi Covid-19.

Menurut Achmad, masyarakat menilai, pemerintah kurang serius dalam memberikan kepastian pelaksanaan rukun Islam kelima tersebut bagi kaum muslim. 

"Kami berbohong-bohong saja nih masalah haji, selama kami di daerah pemerintah terkesan ini maaf tidak peduli persiapan haji itu. Kami dapat kesan dari masyarakat artinya abai, 95 persen umat muslim tapi terkesan adem-adem saja," ujar Achmad. 

Sebab itu, kata Achmad, dengan dilakukannya diplomasi langsung antara Presiden Jokowi dan Raja Salman, maka menunjukan kepedulian pemerintah terkait dengan pelaksanaan haji. 

"Nampakan kepedulian pemerintah ini terhadap masalah keagamaan.  Ini perlu karena terkesan masyarakat pemerintah kurang serius karena berlindung dibalik Covid-19," ucap Achmad.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Bukhori juga mempertanyakan upaya-upaya diplomasi Pemerintah Indonesia terkait dengan jaminan kepastian pelaksanaan haji 2021.

"Saya ingin tanggapan upaya kepastian haji 2021 ini merupakan upaya harus lebih serius dilakukan, apa yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Nenteri ataupun Presiden terkait upaya diplomasi lebih kualitas dan martabat terkait haji," kata Bukhori.

Lalu, Bukhori juga menekankan soal pelaksanaan vaksin kepada seluruh calon jemaah haji Indonesia. Sebab itu, diperlukan proses diplomatik dua negara yang kuat. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD