Dari 42.060 pesawat yang diperkirakan akan dikirimkan selama 20 tahun ke depan, 22.240 akan dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan lalu lintas, sementara 19.820 akan menggantikan pesawat yang lebih tua.
Airbus memperkirakan bahwa 81 persen pengiriman akan terdiri dari pesawat lorong tunggal, dengan 19 persen sisanya adalah pesawat berbadan lebar.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pembaruan armada akan tetap menjadi pendorong utama permintaan pesawat karena maskapai penerbangan mengganti armada yang sudah tua dengan pesawat yang lebih hemat bahan bakar dan rendah emisi. Menurut prakiraan tersebut, pangsa pesawat generasi berikutnya dalam armada global diperkirakan akan meningkat dari sekitar 39 persen pada 2026 menjadi hampir 100 persen pada 2045. (Wahyu Dwi Anggoro)