Anthropic menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan Alibaba antara 22 April dan 5 Juni 2026, dan menghasilkan lebih dari 28,8 juta interaksi dengan Claude melalui hampir 25.000 akun palsu.
Menurut Anthropic, aksi tersebut dilakukan oleh operator yang berafiliasi dengan Alibaba dan laboratorium AI raksasa teknologi China tersebut, Qwen.
Pada April, Gedung Putih menuduh China mencuri kekayaan intelektual laboratorium AI AS dalam skala besar. (Wahyu Dwi Anggoro)