IDXChannel—Di balik kemudahan artificial intelligence (AI) merespons berbagai pertanyaan dalam hitungan detik, penggunaan AI ternyata menyimpan dampak lingkungan yang jarang disadari, yaitu tingginya konsumsi air bersih pada pusat data (data center).
Guru Besar FMIPA UI, Prof. Agustino Zulys, dalam unggahan di akun Instagram-nya menjelaskan bahwa teknologi AI memang membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah besar.
Air tersebut dimanfaatkan sebagai media pendingin perangkat keras data center agar tidak melampaui batas suhu aman saat memproses perintah pengguna.
"Menggunakan AI akan mengurangi air minum kita? Betul, data center AI butuh air bersih, tapi bukan untuk diminum, melainkan untuk mendinginkan agar otaknya tidak kepanasan," ujar Prof. Zulys melalui unggahan video edukasi di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (2/10/2026).
Ia mengilustrasikan proses pemrosesan data pada AI layaknya aktivitas berpikir manusia saat menghadapi ujian. Semakin berat beban kerja komputasi yang dijalankan ribuan chip di pusat data, semakin besar pula daya listrik yang diserap serta panas yang dihasilkan.