Perusahaan terus menambah armada kapal yang dibangun khusus untuk transportasi mobil, serta menggenjot jumlah pabrik di luar China.
Fasilitas BYD di Hongaria dijadwalkan untuk memulai produksi akhir tahun ini. Perusahaan terus mencari lokasi pabrik baru yang potensial.
Memproduksi kendaraan secara lokal akan memungkinkan BYD untuk menghindari bea masuk di sejumlah negara, termasuk tarif 27 persen di Uni Eropa dan 34 persen di Brasil.
Citi menghitung keuntungan per kendaraan mencapai lebih dari 40.000 yuan (Rp105 juta), angka yang dianggap manajemen cukup untuk menutupi biaya pembangunan pabrik baru.
Di pasar domestik, BYD menargetkan untuk menguasai 25 persen pangsa pasar mobil penumpang di China. Hingga Juli, pangsa pasarnya mencapai 18 persen, peningkatan tajam dari delapan persen di awal tahun ini.
(Wahyu Dwi Anggoro)