IDXChannel - Antusiasme terhadap penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di Amerika Serikat (AS) juga dialami kalangan investor di Asia.
Meski demikian, investor di China dan Hong Kong dikabarkan kesulitan ikut serta dalam IPO tersebut. Media melaporkan bahwa penjamin emisi melarang partisipasi mereka karena alasan kebijakan keamanan nasional AS.
“Bagi investor ritel lokal Hong Kong, mendapatkan bagian langsung dari portofolio IPO akan sangat sulit,” kata Direktur Central Asset Management Hong Kong Jeffrey Chan, dilansir dari The Straits Times pada Selasa (9/6/2026).
Sebagai gantinya, mereka mengincar saham perusahaan yang berkaitan dengan SpaceX ataupun pemiliknya, Elon Musk.
Saham perusahaan satelit dan roket di seluruh dunia telah melonjak. Mulai dari produsen komponen satelit Starlink hingga ETF yang memiliki saham di SpaceX menjadi incaran investor global.
Di China, banyak investor mengincar saham Sunway Communication, pemasok terminal darat Starlink, dan Western Superconducting Technologies, pemasok logam khusus untuk roket.
Saham Lens Technology yang terdaftar di Shenzhen, pemasok untuk Apple dan Tesla, telah melonjak hampir 50 persen ke rekor tertinggi pada 2026. Perusahaan tersebut menandai sektor luar angkasa sebagai pendorong pertumbuhan baru.
Harga IPO final SpaceX akan ditetapkan pada 11 Juni, dengan perdagangan di Nasdaq dimulai keesokan harinya. (Wahyu Dwi Anggoro)