“Ini baru permulaan, efek domino dari harga energi yang tinggi akan terus terasa selama beberapa bulan mendatang,” kata Analis Senior Ember, Euan Graham, yang berbasis di Inggris.
“Teknologi bersih merupakan jalan keluar dari biaya bahan bakar yang melonjak bagi konsumen dan jalur jangka panjang bagi negara-negara untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. China berada di posisi yang baik untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat ini," katanya.
Bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka, pengiriman barang masih membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali ke tingkat normal, dengan asumsi kesepakatan damai yang permanen tercapai. (Wahyu Dwi Anggoro)