IDXChannel - Video game berjudul "Black Myth: Wukong" viral di media sosial setelah menjalani debut dengan mencetak penjualan USD53 juta atau setara Rp950 miliar selama pre-order.
Kehadiran video game "Black Myth: Wukong" dengan tampilan grafis memukau dan gameplay yang cukup menantang dinilai menjadi penanda dari kebangkitan industri video game China. Belakangan, industri game di China lesu terutama akibat dari tekanan pemerintah Negeri Panda.
Game AAA dengan genre 'action-adventure' ini dimainkan lebih dari 2,1 juta pengguna secara bersamaan (concurrent player) di Steam pada hari pertamanya, bahkan mengalahkan game-game populer sebelumnya seperti Elden Ring dan Cyberpunk 2077. Game ini hanya kalah dari Palword dan Counter-Strike 2 dari sisi concurrent player.
Menariknya, game ini dikembangkan oleh Game Science, studio game lokal yang didirikan oleh mantan pegawai Tencent. Namun, belakangan perusahaan raksasa video game asal China itu ikut membeli saham sebesar 5 persen di Game Science.
"Ini mungkin mendorong pengembangan game AAA lebih banyak untuk PC dan console ke depan. Dari sini, pemerintah China mungkin akan lebih suportif terhadap pengembangan game yang bisa berkontribusi positif pada ekspor," ujar Managing Editor UBP, Vey-Sern Ling dikutip dari Bloomberg, Rabu (21/8/2024).
Game Science didirikan pada 2014 oleh tujuh mantan pegawai Tencent, termasuk yang terkenal adalah Feng Ji dan Yang Qi. Feng Ji saat ini menjabat sebagai CEO dari perusahaan yang bermarkas di Shenzen, China itu.
Di Tencent, Feng Ji dan Yang ikut membuat game Asura Online sebelum akhirnya resign dan membentuk perusahaan video game sendiri. Proyek game pertamanya adalah Bai Jiang Xing yang dikembangkan pada 2015 hanya dalam kurun waktu seminggu.
Kemudian pada 2017, mereka mengembangkan game "Art of War: Red Tides" yang juga dirilis lewat platform Steam. Setelah membuat dua game itulah, Game Science mulai mengembangkan Wukong pada 2016.
Proses pembuatan game Wukong sebenarnya memakan waktu yang cukup lama. Pada Agustus 2020, trailer pertamanya keluar yang mengundang perhatian warganet China. Atensi besar tersebut membuat perusahaan merekrut banyak pegawai untuk mengembangkan game Wukong.
Pada 2021, video game ini digarap secara lebih serius lewat Unreal Engine 5. Dari sinilah, Tencent tertarik dan berinvestasi di perusahaan yang didirikan oleh mantan pegawainya itu.
(Rahmat Fiansyah)