Video tersebut hanya akan digunakan untuk tujuan login, kecuali pengguna memilih untuk memberikan hak kepada Google untuk menggunakan video tersebut untuk kegunaan lainnya.
Google juga mengatakan pihaknya menambahkan beberapa pengamanan untuk mendeteksi upaya pemalsuan. Termasuk penggunaan deepfakes, dengan membandingkan video baru dengan video biometrik lama yang telah tersimpan.
Fitur ini tersedia di akun Google tiap pengguna sejak Rabu (27/3/2026) kemarin. Sebelum fitur video biometrik ini, Google memanfaatkan empat opsi untuk pemulihan akun.
Yakni ‘trusted devices’, nomor telepon terdaftar, kontak untuk pemulihan, dan two-factor authentication. Sedangkan perekaman data biometrik seperti video selfie dan facial recognition (pengenalan wajah) sebelumnya dikhawatirkan mengganggu keamanan dan privasi.
(Nadya Kurnia)