sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Grab Hadapi Seruan Boikot di Vietnam, Pengemudi Keluhkan Potongan Besar

Technology editor Wahyu Dwi Anggoro
11/09/2026 13:36 WIB
Perusahaan taksi dan ojek daring Grab menghadapi seruan boikot di Vietnam.
Grab Hadapi Seruan Boikot di Vietnam, Pengemudi Keluhkan Potongan Besar.
Grab Hadapi Seruan Boikot di Vietnam, Pengemudi Keluhkan Potongan Besar.

IDXChannel - Perusahaan taksi dan ojek daring Grab menghadapi seruan boikot di Vietnam.

Dilansir dari CNA pada Jumat (11/9/2026), sebagian pengemudi Grab di Vietnam menggunakan media sosial untuk menyerukan rekan-rekan mereka memboikot aplikasi tersebut akhir pekan ini.

Para pengemudi itu mengeluhkan kenaikan biaya layanan yang mengurangi pendapatan mereka secara signifikan.

Sejumlah pengemudi membagikan tangkapan layar yang menunjukkan penurunan pendapatan mereka, dan mendesak yang lain untuk berhenti menerima pesanan pada Sabtu dan Minggu sebagai bentuk protes.

"Mari kita semua bersatu, matikan aplikasi untuk menuntut keadilan," kata seorang pengguna Facebook dalam sebuah unggahan di grup publik bernama Komunitas Pengemudi Grab Vietnam, yang memiliki 169.000 anggota.

Grab mengatakan pihaknya sedang berupaya memastikan bahwa operasional layanan tetap stabil.

"Kami sedang berinteraksi dengan komunitas pengemudi kami untuk mendengarkan kekhawatiran dan mengklarifikasi informasi yang salah," kata Grab dalam sebuah pernyataan.

Para pengemudi mengklaim bahwa sejak Grab mengubah struktur pembayarannya pada Juli, potongan sekarang bisa mencapai 50 persen dari tarif.

Pemotongan tersebut akan membuat pengemudi hanya mendapatkan penghasilan bersih sekitar 2.600 dong (Rp1.700) per kilometer (km) untuk perjalanan sepeda motor dan sekitar 6.000 dong (Rp4.000) per km untuk perjalanan mobil, dan mereka masih perlu membayar biaya bahan bakar, perawatan, dan penyusutan kendaraan.

Grab adalah salah satu operator layanan transportasi online terbesar di Vietnam dan juga menjalankan layanan pengiriman makanan dan layanan digital lainnya di negara tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement