Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengubah gambar online untuk menghilangkan pakaian subjek. Selain Indonesia, sejumlah negara lainnya juga menyoroti isu ini.
Baru-baru ini, para pejabat dan aktivis teknologi di Eropa mengecam langkah Musk yang umembatasi fitur tersebut hanya untuk pelanggan berbayar di X. Mereka merasa langkah itu tidak menyelesaikan masalah.
Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut langkah Musk itu menghina para korban.
“Hal itu sama saja dengan mengubah fitur AI yang memungkinkan pembuatan gambar ilegal menjadi layanan premium. Ini menghina para korban misogini dan kekerasan seksual," kata Downing Street dalam pernyataannya. (Wahyu Dwi Anggoro)