sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Komdigi Imbau Bahaya Data Poisoning pada AI, Masyarakat Bisa Kena Imbasnya

Technology editor Annastasya Rizqa
13/02/2026 13:57 WIB
Salah satu dampak yang patut diwaspadai adalah penyalahgunaan data pribadi.
Komdigi Imbau Bahaya Data Poisoning pada AI, Masyarakat Bisa Kena Imbasnya. (Foto: Komdigi)
Komdigi Imbau Bahaya Data Poisoning pada AI, Masyarakat Bisa Kena Imbasnya. (Foto: Komdigi)

IDXChannel—Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan praktik data poisoning dapat merusak sistem artificial intelligence (AI) dan berdampak langsung pada masyarakat. 

Salah satu dampak yang patut diwaspadai adalah penyalahgunaan data pribadi. Maka dari itu dia menegaskan bahwa kualitas dan keamanan data adalah kunci untuk melindungi masyarakat dari risiko AI yang disusupi manipulasi. 

“Jika kita ingin inovasi AI yang berkelanjutan dan berdaulat, maka manajemen data menjadi sangat penting. Kita butuh manajemen data yang kuat, karena itu saya mengajak untuk kita semua fokus pada tiga aspek,” ujar Wamen Nezar dalam keterangan resminya.

Menurutnya, kecerdasan buatan sangat bergantung pada kualitas dataset. Data yang tidak bersih dan tidak terstandar berisiko menghasilkan keputusan yang menyimpang dan merugikan masyarakat.

Artificial intelligence sangat rawan untuk menjadi kacau kalau terjadi data poisoning, misalnya data yang tidak bersih,” tegasnya.

Kedua, wamen juga menekankan pentingnya regulasi yang adaptif agar mampu melindungi privasi dan etika tanpa menghambat inovasi. Namun tetap lincah untuk mendorong eksperime dan inovasi. 
 
“Kita mencoba memberikan proteksi tapi kita tidak bisa menghambat inovasi-inovasi. Jadi kita harus menyeimbangkan antara perlindungan dan pertumbuhan serta mencegah konsentrasi data yang melemahkan kedaulatan digital,” jelasnya.

Lalu dia juga menyoroti urgensi standar manajemen data yang disusun bersama sektor publik dan privat agar dataset yang digunakan dalam pengembangan AI bersih, relevan, dan representatif.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa tantangan utama bukan pada teknologi, tetapi pada kesiapan manusia dan proses pengelolaan data.

“Problem dalam pemanfaatan teknologi terbaru ini bukan di teknologi yang terbesar, tapi pada peopledan juga process. Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, saya kira kedaulatan yang kita bicarakan hanya menjadi retorika saja,” tegasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement