IDXChannel - Tesla melaporkan laba kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan pada kuartal II-2026, meskipun penjualan mobil meningkat.
Dilansir dari AFP pada Kamis (23/7/2026), laporan tersebut menekan harga saham dalam perdagangan setelah jam kerja.
Selain laba yang di bawah ekspektasi pasar, investor juga mempertanyakan rencana belanja modal yang besar.
Produsen kendaraan listrik (EV) yang dipimpin Elon Musk ini melaporkan laba kuartalan sebesar USD1,1 miliar atau sekitar Rp19,7 triliun, turun sekitar lima persen secara year-on-year.
Itu berarti 33 sen per saham, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 53 sen per saham.