IDXChannel - Lazada dikabarkan melakukan pengurangan karyawan sebesar lima persen di Asia Tenggara.
Dilansir dari Asia One pada Kamis (25/6/2026), juru bicara Lazada mengakui bahwa platform e-commerce tersebut sedang meninjau sejumlah di seluruh Asia Tenggara.
Meski demikian, perusahaan tidak mengungkapkan posisi mana yang terkena dampak pengurangan karyawan tersebut.
"Peninjauan ini sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk memastikan organisasi tetap fokus, efisien, dan selaras dengan kebutuhan bisnis saat ini," ujarnya.
"Kami berkomitmen untuk mendukung karyawan yang terkena dampak selama masa transisi dengan panduan dan dukungan yang relevan, sesuai dengan persyaratan yang berlaku," tuturnya.
Didirikan pada 2012, perusahaan e-commerce terkemuka di Asia Tenggara ini berkantor pusat di Singapura, dengan pasar di Malaysia, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
PHK di Lazada terjadi setelah pesaingnya di Asia Tenggara, Shopee, memangkas delapan persen developernya pada Juni.
Meta juga mengumumkan PHK berskalan lobal pada Mei, dengan sekitar 8.000 orang yang terkena dampaknya.
Putaran PHK terakhir Lazada terjadi pada Januari 2024, yang berdampak pada pekerja senior dan junior di seluruh kawasan. (Wahyu Dwi Anggoro)