Angka ini menyusut signifikan dibandingkan capaian margin kuartal I-2026 yang sempat menyentuh 47 persen.
Meski proyeksi internal ini masih berada di atas ekspektasi konsensus analis yang sebesar 29,58 persen, angka tersebut dinilai jauh tertinggal dibandingkan para kompetitor di sektor chip AI.
Sebagai perbandingan, sang raksasa Nvidia konsisten mengantongi margin laba kotor di kisaran pertengahan 70 persen, sementara Advanced Micro Devices (AMD) berada di kisaran pertengahan 50 persen.
Analis pasar modal mencatat bahwa margin laba kotor Cerebras tertekan oleh tingginya biaya manufaktur karena ukuran fisik chip yang relatif lebih besar.
Selain itu, perusahaan terpaksa menyewa kembali (rent back) sistemnya sendiri dari klien yang sudah ada demi memenuhi lonjakan permintaan jangka pendek sembari membangun kapasitas pusat data (data center) baru.