Sejak debut perdana di bursa saham, harga saham emiten yang berbasis di California ini telah merosot lebih dari 27 persen.
Penurunan ini mencerminkan mulai mendinginnya euforia investor terhadap saham-saham sektor AI karena pasar mulai mengkhawatirkan besarnya belanja modal yang digelontorkan perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur baru.
Meski demikian, sejumlah institusi keuangan global tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Cerebras berkat kerja sama strategis dengan para raksasa teknologi dunia.
Cerebras berhasil mengamankan kontrak tahun jamak senilai USD20 miliar dengan OpenAI. CEO Cerebras, Andrew Feldman, mengonfirmasi bahwa model AI terbaru GPT 5.4 kini dijalankan menggunakan chip milik Cerebras.
Produsen ChatGPT tersebut siap mengerahkan infrastruktur semikonduktor berdaya 750 megawatt di bawah kesepakatan ini.