“Kami merasa konsol ini sangat cocok di Indonesia karena karakteristik permainannya sangat sesuai dengan masyarakat Indonesia yang sangat mencintai keluarga dan teman-teman mereka. Oleh karena itu, kami berharap para pengguna dapat mencoba langsung serta menikmati berbagai jenis permainan dengan beragam cara bersama orang-orang terdekat,” kata Takeuchi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menilai, kehadiran Nintendo menunjukkan bahwa pasar dan ekosistem gim di dalam negeri memiliki peran yang semakin peting di tingkat regional.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran resmi Nintendo di pasar domestik Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pelindungan hak cipta dan memberantas isu copyright di industri game. Masuknya Nintendo secara resmi diharapkan menjadi titik balik penting dalam memajukan industri kreatif nasional,” ujarnya.
Kehadiran resmi Nintendo di Indonesia merupakan hasil dari rangkaian koordinasi intensif yang telah dibangun Kementerian Ekraf sejak pertemuan pertama dengan Nintendo dan The Pokémon Company (TPC) pada Maret 2025. Wamen Ekraf menilai, kehadiran Nintendo tidak hanya membawa dampak dari sisi komersial, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan para pengembang gim lokal.
Irene juga berharap hubungan Nintendo dengan Indonesia dapat berkembang melampaui aspek distribusi produk. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diperluas melalui pengembangan talenta, berbagi pengetahuan, keterlibatan dengan pengembang, lokalisasi, kolaborasi kreatif, hingga pengembangan IP.