"Masih belum cukup kuat untuk menembus level 1 juta unit sebelum masa pandemi. Sekali lagi kita harus bersama, seluruh stakeholder, kita cari cara-cara yang sebaik untuk bisa kembali mereboundkan industri yang, subsektor industri yang sangat penting ini," katanya.
Menperin juga menjelaskan, pemulihan pasar domestik menjadi faktor kunci dalam mendorong kinerja industri otomotif, meskipun prosesnya diperkirakan berlangsung secara bertahap. Ia mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, industri otomotif nasional menghadapi tekanan cukup berat.
Data Kemenperin mencatat, penjualan mobil secara wholesale pada 2025 mencapai 803.000 unit, turun 7,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 856.000 unit. Penurunan serupa juga terjadi pada penjualan retail, yang merosot 6,3 persen dari 889.000 unit pada 2024 menjadi 833.000 unit pada 2025.
(kunthi fahmar sandy)