Melalui kerja sama ini, teknologi mereka akan diintegrasikan ke lingkungan jaringan Pentagon pada Tingkat Dampak 6 dan 7, yang merupakan sistem dengan klasifikasi tinggi untuk kebutuhan rahasia.
Dengan integrasi tersebut, militer AS akan memiliki akses yang lebih luas terhadap produk dan layanan AI dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Pentagon juga menyebut platform AI utamanya, GenAI.mil, telah digunakan lebih dari 1,3 juta personel Departemen Pertahanan hanya dalam lima bulan sejak diluncurkan.
Sebelumnya, Google juga telah menandatangani kesepakatan yang memungkinkan Departemen Pertahanan menggunakan model AI miliknya untuk pekerjaan rahasia, menurut sumber Reuters awal pekan ini.
Chief Technology Officer Departemen Pertahanan Emil Michael mengatakan bahwa Anthropic masih dianggap sebagai risiko rantai pasokan.
(Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)