Anggota Otoritas Transportasi Swedia, Hans Nordin, mengaku cukup terkejut dengan sistem autopilot pada Tesla yang rupanya memungkinkan kendaraan melaju melebihi batas kecepatan.
Sementara pejabat di Finlandia, Jukka Juhola, mempertanyakan kesiapan sistem FSD dalam kondisi jalanan dan cuaca ekstrem. “Apa Tesla benar-benar memperkenalkan sistem yang memungkinkan berkendara tanpa tangan di jalanan licin dengan kecepatan 80 km/jam?” tuturnya.
Selain aspek teknis, regulator juga menilai penamaan “Full Self-Driving (Supervised)” berpotensi menyesatkan pengguna. Nordin bahkan mempertanyakan apakah nama tersebut “berisiko memberikan kesan yang menyesatkan” terhadap kemampuan sistem yang sebenarnya.
Namun, ada pula pejabat negara yang memberikan respons positif. Seperti Belanda dan Denmark. Seorang pejabat di Belanda mengatakan sistem FSD mampu berkendara dengan baik di area padat seperti Arc de Triomphe di Paris.
Proses persetujuan FSD di Uni Eropa mensyaratkan dukungan dari 55 persen negara anggota yang mewakili 65 persen populasi. Pertemuan lanjutan diperkirakan berlangsung pada Juli dan Oktober.
(Sheqilla Sukma)