Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah OpenAI dan Anthropic, dua perusahaan AI swasta dengan valuasi tertinggi, mengajukan rencana penawaran umum perdana saham (IPO).
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan saham SpaceX milik Elon Musk yang mencakup unit AI xAI. Setelah menetapkan harga IPO di USD135 pada Juni lalu dan sempat melonjak di atas USD220, saham perusahaan kini telah memangkas hampir seluruh kenaikan tersebut dan diperdagangkan mendekati harga penawaran awal.
Pergerakan tersebut memicu kembali spekulasi mengenai potensi bubble AI di Wall Street. Sejumlah perusahaan teknologi raksasa yang menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk investasi pusat data dan produk Nvidia juga mengalami tekanan pada harga saham dalam beberapa bulan terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, Apple justru menjadi pengecualian. Berbeda dengan para pesaingnya, Apple tidak mengembangkan model bahasa besar (LLM) sendiri. Sikap yang lebih konservatif terhadap pengembangan AI, ditambah penjualan iPhone yang tetap solid, dinilai investor menjadi faktor yang menopang kinerja saham perusahaan tersebut.
(Shifa Nurhaliza Putri)