IDXChannel - Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak boleh didominasi oleh satu negara saja.
Dilansir dari AFP pada Jumat (17/7/202), dia menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar dalam pengembangan dan tata kelola AI.
Pernyataannya muncul di tengah persaingan antara perusahaan AI China dan AS, serta meluasnya kekhawatiran atas penyalahgunaan AI di bidang militer, siber, dan terorisme.
"Pengembangan AI seharusnya bukan pertunjukan solo oleh satu negara, tetapi simfoni kerja sama internasional," kata Xi pada pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) di Shanghai hari ini.
“Kita harus bersama-sama menentang penyalahgunaan konsep keamanan nasional di bidang AI, di mana keamanan satu negara ditempatkan di atas keamanan negara lain,” ujar Xi.