Seperti satelit Starlink, yang menyediakan internet berkecepatan tinggi, satelit-satelit ini akan beroperasi di orbit Bumi rendah pada ketinggian 500-2.000 kilometer (km).
Jaringan baru ini dapat terdiri hingga satu juta satelit bertenaga surya, menurut permohonan yang diajukan pada Jumat kepada Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (AS). Dokumen itu tidak menyebutkan jangka waktu untuk rencana tersebut.
SpaceX mengklaim sistem tersebut akan memberikan kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. (Wahyu Dwi Anggoro)