IDXChannel - Survei Synology mengungkapkan hanya 8,4 persen perusahaan di Indonesia yang merasa sangat siap menghadapi dan memulihkan diri dari ancaman siber berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Temuan ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kesiapan perusahaan dalam menghadapi risiko keamanan siber di tengah meningkatnya adopsi teknologi AI.
Indonesia Country Manager Synology, Clara Hsu mengatakan, lebih dari 90 persen perusahaan di Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi ancaman siber berbasis AI. Bahkan, sebanyak 43 persen perusahaan mengaku tidak terlalu siap atau sama sekali tidak siap menghadapi ancaman tersebut.
"Survei kami menunjukkan masih ada kesenjangan yang cukup besar. Dan ini salah satu temuan yang paling mencolok, hanya 8,4 persen perusahaan di Indonesia yang merasa sangat siap untuk bertahan dan juga bisa pulih dari ancaman siber yang berbasis AI," kata Clara dalam konferensi pers, Selasa (13/10/2026).
Menurut Clara, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian perusahaan mengingat ancaman siber terus berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi AI dalam kegiatan bisnis. Ia menekankan pentingnya perusahaan memperkuat sistem pencegahan sekaligus memastikan kesiapan pemulihan apabila terjadi serangan siber.