AALI
9825
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1435
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2970
ADHI
1040
ADMF
7700
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
320
AGII
1485
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4180
AKSI
414
ALDO
965
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27922.34
-0.38%
-107.23
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Kimia Farma Ajak Pertamina Bangun Pabrik Obat Paracetamol

THE FOUNDER
Rina Anggraeni
Jum'at, 08 Januari 2021 10:30 WIB
PT KPI salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Head Of Agreement (HoA), tentang Kerjasama kajian skema kerja sama bisnis
Kimia Farma Ajak Pertamina Bangun Pabrik Obat Paracetamol. (Foto: MNC Media)
Kimia Farma Ajak Pertamina Bangun Pabrik Obat Paracetamol. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Head Of Agreement (HoA), tentang Kerjasama kajian skema kerja sama bisnis berdasarkan hasil Joint Study (penyediaan bahan baku benzene, rencana offtake.

Skema transaksi dan kajian komersial) serta strategi pengembangan proyek tersebut bertujuan mendukung kemandirian farmasi di dalam negeri dimana sekitar 95% kebutuhan Bahan Baku Obat (BBO) saat ini masih impor.

Dijelaskan Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, ini adalah terobosan yang dilaksanakan Pertamina melalui PT KPI dan KAEF yang berencana membangun Pabrik Farmasi Paracetamol dengan kapasitas 3800 Ton per Annum (TPA) dari turunan produk Petrokimia yaitu Benzene.

“Hingga hari ini, kita ketahui bersama dan kita sama–sama belajar bahwa di tengah kondisi pandemi Covid–19 saat ini, kesehatan menjadi modal utama yang tidak terpisahkan dalam rangka memulihkan Ekonomi Nasional. Namun, yang harus kita ketahui bersama juga, hingga hari ini, kebutuhan akan Bahan Baku Obat (BBO) masih impor sekitar 95%.” kata
Pahala di Jakarta, Jumat (8/1/2021)

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa kerjasama PT KPI dan KAEF berinisiasi untuk dapat mengolah salah satu produk petrokimia yaitu Benzene dan Propylene yang berasal dari Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap untuk dapat dikembangkan dan diproduksi menjadi Para Amino Fenol (PAF) yang akan menjadi bahan baku farmasi salah satunya Paracetamol.

“Kerjasama ini membantu percepatan kemandirian industri farmasi nasional dan menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia melalui produksi Paracetamol dari bahan baku Benzene dan Propylene dari Kilang RU IV Cilacap, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar BUMN baik dari aspek bisnis, riset dan teknologi, hingga pengembangan SDM nasional yang profesional,” pungkas Nicke. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD