AALI
11175
ABBA
98
ABDA
7025
ABMM
750
ACES
1565
ACST
354
ACST-R
0
ADES
1700
ADHI
1315
ADMF
8450
ADMG
175
ADRO
1175
AGAR
416
AGII
1260
AGRO
1165
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
82
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3720
AKSI
760
ALDO
440
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
334
Market Watch
Last updated : 2021/03/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.18
-0.26%
-1.33
IHSG
6248.47
-0.16%
-10.28
LQ45
940.24
-0.12%
-1.13
HSI
28540.83
-1.92%
-557.46
N225
28743.25
-0.42%
-121.07
NYSE
0.00
-100%
-14959.40
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,365
Emas
784,444 / gram

Kimia Farma Ajak Pertamina Bangun Pabrik Obat Paracetamol

THE FOUNDER
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 08 Januari 2021 10:30 WIB
PT KPI salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Head Of Agreement (HoA), tentang Kerjasama kajian skema kerja sama bisnis
Kimia Farma Ajak Pertamina Bangun Pabrik Obat Paracetamol. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Head Of Agreement (HoA), tentang Kerjasama kajian skema kerja sama bisnis berdasarkan hasil Joint Study (penyediaan bahan baku benzene, rencana offtake.

Skema transaksi dan kajian komersial) serta strategi pengembangan proyek tersebut bertujuan mendukung kemandirian farmasi di dalam negeri dimana sekitar 95% kebutuhan Bahan Baku Obat (BBO) saat ini masih impor.

Dijelaskan Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, ini adalah terobosan yang dilaksanakan Pertamina melalui PT KPI dan KAEF yang berencana membangun Pabrik Farmasi Paracetamol dengan kapasitas 3800 Ton per Annum (TPA) dari turunan produk Petrokimia yaitu Benzene.

“Hingga hari ini, kita ketahui bersama dan kita sama–sama belajar bahwa di tengah kondisi pandemi Covid–19 saat ini, kesehatan menjadi modal utama yang tidak terpisahkan dalam rangka memulihkan Ekonomi Nasional. Namun, yang harus kita ketahui bersama juga, hingga hari ini, kebutuhan akan Bahan Baku Obat (BBO) masih impor sekitar 95%.” kata
Pahala di Jakarta, Jumat (8/1/2021)

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa kerjasama PT KPI dan KAEF berinisiasi untuk dapat mengolah salah satu produk petrokimia yaitu Benzene dan Propylene yang berasal dari Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap untuk dapat dikembangkan dan diproduksi menjadi Para Amino Fenol (PAF) yang akan menjadi bahan baku farmasi salah satunya Paracetamol.

“Kerjasama ini membantu percepatan kemandirian industri farmasi nasional dan menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia melalui produksi Paracetamol dari bahan baku Benzene dan Propylene dari Kilang RU IV Cilacap, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar BUMN baik dari aspek bisnis, riset dan teknologi, hingga pengembangan SDM nasional yang profesional,” pungkas Nicke. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD