PGEO Pastikan Energi Panas Bumi Andal Dukung Pasokan Listrik Nasional Selama Lebaran 2026
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan keandalan operasional pembangkit listrik berbasis panas bumi di seluruh area operasi.
IDXChannel – Menyambut periode libur dan mudik Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan keandalan operasional pembangkit listrik berbasis panas bumi di seluruh area operasi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional selama periode peningkatan kebutuhan energi dan mobilitas masyarakat.
Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengungkapkan, melalui pemanfaatan energi panas bumi, PGEO terus berkontribusi menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus mendukung penyediaan energi bersih bagi masyarakat.
“Idulfitri selalu menjadi momen yang hangat bagi masyarakat Indonesia untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Di momen seperti inilah kehadiran energi yang andal menjadi penting agar masyarakat dapat merayakan kebersamaan dengan nyaman. Oleh karena itu, PGE berkomitmen memastikan pasokan listrik berbasis panas bumi tetap terjaga secara optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kehangatan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Kamis (19/3/2026).
Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, PGEO terus memperkuat perannya dalam menyediakan energi bersih yang andal bagi masyarakat melalui pemanfaatan panas bumi.
Saat ini, PGEO mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), yang berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah.
Mengelola 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, PGEO menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Kontribusi tersebut tercermin dari peran berbagai pembangkit panas bumi yang dioperasikan PGEO di sejumlah wilayah. PLTP Area Kamojang memasok listrik ke lebih dari 260 ribu rumah tangga setiap hari.
Sementara itu, PLTP Area Lahendong menyuplai lebih dari 30 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta PLTP Area Ulubelu menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik di Lampung. Keandalan PLTP PGE juga dibuktikan dengan tingkat ketersediaan pembangkit (availability factor) mencapai 98,93 persen serta tingkat outage yang sangat rendah, yakni 0,41 persen.
Direktur Operasi PGEO Andi Joko Nugroho mengatakan, panas bumi memiliki keandalan tinggi karena tidak bergantung pada kondisi cuaca, cahaya, maupun bahan bakar fosil. Karakteristik ini menjadikannya solusi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus mendukung pengembangan energi bersih secara berkelanjutan.
Dia menegaskan, PGEO siap mendukung upaya transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, terutama pada periode dengan kebutuhan listrik tinggi seperti mudik Idulfitri.
"Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan panas bumi secara berkelanjutan serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aspek operasional. Melalui pendekatan ini, energi bersih terus mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan," kata dia.
Strategi ini sekaligus menegaskan kontribusi PGEO dalam mendukung target perluasan kapasitas pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) hingga 76 persen pada periode 2025-2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Melalui berbagai upaya ini, PGEO berupaya memastikan bahwa manfaat pemanfaatan energi panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
(Dhera Arizona)