MARKET NEWS

268 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen

Desi Angriani 11/02/2026 20:36 WIB

Dari jumlah tersebut, 49 emiten berkapitalisasi besar diprioritaskan untuk memenuhi ketentuan.

268 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 268 emiten belum memenuhi ketentuan batas kepemilikan saham publik alias free float 15 persen dari total 956 perusahaan tercatat.

Dari jumlah tersebut, 49 emiten berkapitalisasi besar diprioritaskan untuk memenuhi ketentuan karena mewakili sekitar 90 persen dari kapitalisasi pasar emiten yang belum memenuhi ketentuan.

“Artinya selebihnya sudah di atas 15 persen free float-nya. Dari 268 itu, 49 perusahaan sudah mewakili 90 persen dari market cap kelompok tersebut,” kata Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/2/2026).

Karena itu, BEI akan mempercepat implementasi ketentuan free float minimum 15 persen pada Maret 2026. Saat ini regulasi tersebut masih dalam tahap rule making yang berlangsung hingga 19 Februari. 

Setelah tahap tersebut rampung, BEI akan melanjutkan proses persetujuan internal sebelum diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Proses rule making rule masih berlangsung sampai 19 Februari. Setelah itu kami perlu mendapatkan persetujuan internal sebelum diajukan ke OJK. Kami berharap seluruh proses ini bisa selesai pada Maret tahun ini. Jadi kita melakukan akselerasi untuk mempercepat seluruh proses tersebut,” ujar Jeffrey.

Meski demikian, BEI membuka masukan bagi seluruh pemangku kepentingan selama proses penyusunan aturan berlangsung. Dia memastikan akan ada tahapan pemenuhan yang disiapkan bagi emiten yang berpotensi delisting akibat aturan baru tersebut.

“Kami menyediakan hot desk bagi perusahaan tercatat untuk berkonsultasi mengenai tahapan yang bisa dilakukan untuk memenuhi ketentuan tersebut. Kami tentu berharap seluruh perusahaan tetap tercatat di bursa, bertumbuh bersama di pasar modal Indonesia, dan memberikan keuntungan optimal bagi seluruh pemegang saham,” katanya.

(DESI ANGRIANI/ Nasywa)

SHARE