News

Pimpin Ratas dari London, Prabowo Instruksikan Penertiban Kawasan Hutan Jadi Prioritas

Binti Mufarida 20/01/2026 10:28 WIB

Rapat terbatas berlangsung sekitar dua jam dengan agenda pembahasan perkembangan penertiban kawasan hutan.

Pimpin Ratas dari London, Prabowo Instruksikan Penertiban Kawasan Hutan Jadi Prioritas. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) melalui konferensi video untuk membahas perkembangan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pada Senin (19/1/2026) waktu setempat. Rapat ini digelar di sela-sela lawatan Prabowo ke London, Inggris.

Pada rapat terbatas tersebut hadir Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.

Sementara di London, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rapat terbatas berlangsung sekitar dua jam dengan agenda pembahasan perkembangan penertiban kawasan hutan. Satgas PKH dibentuk Prabowo pada Januari 2025 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5/2025.

“Rapat membahas perkembangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang dibentuk oleh Presiden Prabowo sejak Januari 2025, atau dua bulan setelah beliau dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujar Teddy melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet yang dikutip pada Selasa (20/1/2026).

Pada akhir Desember 2025, Satgas PKH telah melaporkan capaian mereka dan menyerahkan uang triliunan rupiah dari penertiban kawasan hutan. Prabowo pun telah meminta Satgas PKH agar tak ragu menindak siapapun yang melawan hukum demi menyelamatkan kekayaan negara.

Sebagai informasi, agenda lawatan Prabowo ke London untuk membahas kesepakatan kerja sama strategis kedua negara, antara lain di bidang ekonomi dan maritim. Kunjungan kali ini turut menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat diplomasi aktif dan kerja sama internasional yang saling menguntungkan kedua negara.

(Dhera Arizona)

SHARE