AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih, Kredit Perbankan Capai Rp5.652,8 Triliun

BANKING
Michelle Natalia
Senin, 08 November 2021 10:43 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kondisi keuangan perbankan mulai mengalami perbaikan.
Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih, Kredit Perbankan Capai Rp5.652,8 Triliun. (Foto: MNC Media)
Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih, Kredit Perbankan Capai Rp5.652,8 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kondisi keuangan perbankan mulai mengalami perbaikan. Hal ini terlihat kredit perbankan di mana tercatat telah mencapai Rp5.652,8 triliun.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, mengatakan kondisi stabilitas sistem keuangan pada September 2021 terjaga dengan kinerja yang bertumbuh positif terlihat pada pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana di pasar modal seiring terkendalinya pandemi Covid-19 dan meningkatnya aktivitas perekonomian.

"OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan," kata Anton di Jakarta, Senin (8/11/2021).

Sedangkan, permodalan lembaga jasa keuangan terpantau kuat. Capital Adequacy
Ratio industri perbankan sebesar 25,24%, jauh di atas threshold.

Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 587,74% dan 341,61%, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%.

"Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,95x, jauh di bawah batas maksimum 10x," katanya.

Hingga September 2021, profil risiko lembaga jasa keuangan terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22% (NPL net: 1,04%) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan turun pada 3,85%. Likuiditas industri perbankan berada pada level yang memadai.

Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK masing-masing pada level 152,8% dan 33,53%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD