AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Allo Bank Kantongi NIM Rp80,83 Miliar, Melejit Hingga 252,41 Persen

BANKING
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 27 April 2022 12:48 WIB
laba per saham dasar triwulan pertama tahun ini menjadi Rp24,35, tumbuh dari periode sama tahun lalu sebesar Rp8,47.
Allo Bank Kantongi NIM Rp80,83 Miliar, Melejit Hingga 252,41 Persen (foto: MNC Media)
Allo Bank Kantongi NIM Rp80,83 Miliar, Melejit Hingga 252,41 Persen (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berhasil membukukan pendapatan bunga sebesar Rp103,30 miliar pada triwulan I/2022. Capaian itu meningkat 87,54 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 lalu.

Secara rinci, pendapatan bunga kredit yang diberikan perseroan mengantongi Rp60,71 miliar, reverse repo Rp23,03 miliar, penempatan di Bank Indonesia mencapai Rp11,60 miliar, pendapatan efek Rp7,87 miliar, dan penempatan di bank lain Rp69,42 juta.

Beban bunga terpangkas menjadi Rp22,46 miliar dari Rp32,14 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan sebesar Rp80,83 miliar pada triwulan pertama tahun 2022, melejit 252,41 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp22,93 miliar.

Pos pendapatan operasional bersih perseroan meningkat cukup signifikan sebesar Rp98,44 miliar dari Rp9,12 miliar. Sehingga, laba tahun berjalan perseroan per Maret 2022 sebesar Rp75,00 miliar, meroket 746 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak Rp8,86 miliar

Dengan demikian, laba per saham dasar triwulan pertama tahun ini menjadi Rp24,35, tumbuh dari periode sama tahun lalu sebesar Rp8,47.

Jumlah aset Allo Bank bertambah 102,53 persen menjadi Rp9,41 triliun, dari total aset akhir tahun lalu di angka Rp4,64 triliun. Hal itu terjadi disebabkan pembelian efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) sebesar Rp2,89 triliun, peningkatan kredit Rp2,60 triliun, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain sebesar Rp1,06 triliun, dikurangi penurunan efek yang dimiliki Rp1,79 triliun.

"Kenaikan total aset tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan," ujar manajemen Allo Bank, dalam Keterbukaan Informasi perusahaan yang disampaikan pada Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/4/2022).

Total liabilitas terpangkas tipis dari Rp3,34 triliun pada akhir 2021, menjadi Rp3,26 triliun di kuartal pertama. Adapun perseroan mengantongi total kas dan setara kas per 31 Maret 2022 sebesar Rp1,28 triliun, jauh lebih tinggi dari posisi kas periode triwulan pertama tahun 2021 sebesar Rp84,67 miliar. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD