sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ALTO Network Catat Transaksi QRIS Tumbuh 89 Persen, Optimistis Daya Beli Konsumen Terjaga

Banking editor Kurnia Nadya
09/04/2026 17:34 WIB
ALTO Network mencatatkan pertumbuhan transaksi QRIS yang signifikan secara tahunan pada kuartal pertama 2026.
ALTO Network Catat Transaksi QRIS Tumbuh 89 Persen, Optimistis Daya Beli Konsumen Terjaga. (Foto: Istimewa)
ALTO Network Catat Transaksi QRIS Tumbuh 89 Persen, Optimistis Daya Beli Konsumen Terjaga. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—PT ALTO Network optimistis daya beli konsumen Indonesia relatif terjaga. Hingga Maret 2026, perusahaan yang menyediakan layanan switching dan solusi perbankan ini mencatatkan pertumbuhan transaksi QRIS hingga 89 persen (yoy). 

CEO ALTO Network, Gretel Griselda, juga mengatakan transaksi QRIS adalah kontributor terbesar dalam total transaksi pembayaran yang ditangani ALTO dalam satu tahun terakhir. Kontributor berikutnya adalah transfer antarbank dan penarikan tunai di ATM. 

Lalu disusul oleh transaksi kartu debit dan pembayaran tagihan. Pertumbuhan transaksi QRIS yang tinggi ini, kata Gretel, menunjukkan daya beli masyarakat Indonesia yang relatif terjaga di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu. 

“Tiga bulan terakhir perang sudah terjadi; kondisi global juga sudah cukup volatil. Namun, tren juga masih meningkat. Sampai satu tahun ke depan, kami melihat sepertinya tren masih positif, tetapi mungkin akan melambat,” tutur Gretel, Kamis (9/4/2026). 

Oleh sebab itu, dia memproyeksikan pertumbuhan transaksi konsumen, khususnya via QRIS dalam jaringan ALTO, tidak akan tumbuh agresif hingga 89 persen seperti realisasi kuartal I-2026. 

Selain itu, dia juga menilai perekonomian masyarakat Indonesia cukup resilien, alias tahan banting. Ini tampak dari peningkatan jumlah pelaku usaha mikro (UMI) yang menggunakan jasa ALTO sebanyak dua kali lipat pada kuartal pertama. 

“Artinya semakin banyak orang mulai berdagang dengan skala mikro. Menunjukkan tingkat resiliensinya cukup tinggi, didukung juga dengan daya beli dan konsumsi masyarakatnya masih bagus,” tambah Gretel. 

Namun, dia juga menjelaskan bahwa peningkatan jumlah masyarakat yang beralih menjadi pedagang skala mikro juga dapat dipandang sebagai early warning, atau peringatan dini, terkait perekonomian Indonesia secara luas. 

“Tetapi buat sekarang, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia masih relatif lebih baik,” kata dia. 

Sebelumnya, ALTO Network juga melaporkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 75 persen pada kuartal pertama 2026. Namun, terdapat penurunan rata-rata nilai transaksi per pembelian sebesar 16 persen. 

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement