Selain itu, dia juga menilai perekonomian masyarakat Indonesia cukup resilien, alias tahan banting. Ini tampak dari peningkatan jumlah pelaku usaha mikro (UMI) yang menggunakan jasa ALTO sebanyak dua kali lipat pada kuartal pertama.
“Artinya semakin banyak orang mulai berdagang dengan skala mikro. Menunjukkan tingkat resiliensinya cukup tinggi, didukung juga dengan daya beli dan konsumsi masyarakatnya masih bagus,” tambah Gretel.
Namun, dia juga menjelaskan bahwa peningkatan jumlah masyarakat yang beralih menjadi pedagang skala mikro juga dapat dipandang sebagai early warning, atau peringatan dini, terkait perekonomian Indonesia secara luas.
“Tetapi buat sekarang, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia masih relatif lebih baik,” kata dia.
Sebelumnya, ALTO Network juga melaporkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 75 persen pada kuartal pertama 2026. Namun, terdapat penurunan rata-rata nilai transaksi per pembelian sebesar 16 persen.
(Nadya Kurnia)