Terkait hal ini, Bank Banten memperkirakan potensi untuk kredit ASN dan KMK Kontraktor berbasis APBD mencapai Rp3,8 triliun. Hal tersebut termasuk lima pemda yang RKUD-nya sudah dan akan dikelola Bank Banten.
"Seiring pertumbuhan bisnis khususnya kredit, bank diproyeksikan mampu meraih bisnis yang profitable di mana bisnis kredit ASN memiliki margin yang relatif baik dengan risiko rendah karena sistemnya potong gaji atau payroll di Bank Banten," katanya.
Dengan lima pemda yang tergabung dalam Bank Banten, masih ada empat pemda yang rekeningnya belum dikelola Bank Banten. Keempatnya yakni Pemkot Tangsel, Pemkot Tangerang, Pemkot Cilegon, dan Pemkab Tangerang.
Jika seluruh rekening pemda di Banten, potensi pengelolaan keuangan daerahnya mencapai Rp41,55 triliun. Selain Pemprov Banten sebesar Rp10,7 triliun, empat pemda yang belum bergabung merupakan daerah dengan keuangan yang besar seperti Pemkot Tangsel Rp4,81 triliun dan Pemkab Tangerang Rp8,62 triliun.
"Dengan kinerja yang baik dan pelayanan optimal, kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan pemda agar mengelola RKUD-nya di Bank Banten," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)