AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Bank BNI (BBNI) Bakal Terbitkan Tiga Seri Green Bond Rp5 Triliun

BANKING
Yulistyo Pratomo
Rabu, 11 Mei 2022 03:07 WIB
Emiten perbankan BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berencana melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan emisi obligasi berwawasan lingkungan.
Bank BNI (BBNI) Bakal Terbitkan Tiga Seri Green Bond Rp5 Triliun. (Foto: MNC Media)
Bank BNI (BBNI) Bakal Terbitkan Tiga Seri Green Bond Rp5 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten perbankan BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berencana melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan emisi obligasi berwawasan lingkungan (Green Bond) I BBNI Tahun 2022. Dengan obligasi ini, perseroan menargetkan dana yang dihimpun senilai Rp5 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (10/5/2022), adapun Green Bond tersebut akan diterbitkan dalam 3 seri. Rinciannya, untuk Seri A memiliki tenor 3 tahun, Seri B berjangka waktu 5 tahun dan Seri C memiliki rentang waktu selama 7 tahun.

Dalam prospektus ringkasnya, Manajemen BBNI menjelaskan, Green Bond ini telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia yaitu "idAAA (triple A)".

Dalam penerbitan surat utang ini, Perseroan akan dibantu oleh BNI Sekuritas, BCA Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Maybank Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, dan Wali Amanat dipegang oleh Bank Mandiri.

Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Green Bond setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), yaitu proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam dan penggunaan tanah yang berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati darat dan air.

Selanjutnya transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, gedung berwawasan lingkungan, dan pertanian berkelanjutan, dengan memperhatikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD