Saat ini, lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago telah terintegrasi dengan platform Bibit dan Stockbit.
Di samping itu, kemitraan penyaluran kredit bersama platform digital serta perusahaan pembiayaan seperti BFI Finance menjadi penopang utama ekspansi portofolio pembiayaan perseroan agar dapat tumbuh lebih cepat dan terukur.
"Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Pada saat yang sama kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas," tutur Arief.
Kombinasi ekspansi dan tata kelola yang baik membawa total aset Bank Jago naik 28 persen menjadi Rp41,4 triliun dari posisi sebelumnya Rp32,4 triliun pada Juni 2025, yang sejalan dengan peningkatan laba bersih hingga Rp189 miliar.
Ketahanan finansial perseroan juga didukung oleh rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang sangat kuat di level 28,4 persen sebagai fondasi ekspansi bisnis yang berkelanjutan.