Ekspansi jumlah nasabah ini turut melesatkan himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23 persen menjadi Rp27,6 triliun dibanding posisi Juni 2025 yang sebesar Rp22,4 triliun.
Komposisi DPK masih didominasi oleh dana murah (current account and savings account/CASA) sebesar 53 persen atau Rp14,6 triliun, sementara pos deposito mencatatkan porsi 47 persen atau Rp13,1 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Jago tumbuh 24 persen menjadi Rp26,6 triliun pada akhir semester I-2026 dari posisi periode sebelumnya sebesar Rp21,4 triliun.
Laju pembiayaan ini tetap dibarengi dengan penerapan prinsip kehati-hatian yang ketat, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang terjaga rendah di level 0,8 persen, di bawah rata-rata industri perbankan nasional.
Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari kolaborasi mendalam bersama ekosistem Bibit dan Stockbit yang memungkinkan transaksi investasi secara langsung dan mudah bagi pengguna.