Kolaborasi kuat dengan berbagai mitra strategis, mulai dari ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga keuangan lainnya, masih menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit Bank Jago. Di saat yang sama, Bank Jago telah mengembangkan Jago Dana Cepat, yaitu penyaluran kredit secara langsung berbasis aplikasi kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab.
Hingga akhir 2025, Bank Jago menyalurkan kredit sebesar Rp24,3 triliun, meningkat 38 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,7 triliun. Pertumbuhan ini tetap terjaga dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,6 persen, lebih baik dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.
Seiring ekspansi kredit yang sehat, total aset Bank Jago mencapai sebesar Rp36,5 triliun, naik 28 ersen dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp28,5 triliun. Berkat kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit yang positif, Bank Jago berhasil mencatatkan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp276 miliar atau meningkat 114 persen dari Rp129 miliar pada tahun sebelumnya.
Rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) berada pada posisi 94 persen. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai sebesar 31,6 persen. Ini menunjukkan tingkat likuiditas yang sehat dan tingkat permodalan yang kuat bagi Bank Jago untuk terus berinovasi dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.
¨Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,” ujar Arief.
(Rahmat Fiansyah)