Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross Bank Jatim tercatat naik menjadi 3,88 persen dari 2,45 persen pada akhir 2024.
"Kredit bermasalah (naik) seiring dengan masih fluktuatifnya kondisi ekonomi berpengaruh pada kualitas aset Bank Jatim di akhir tahun 2025," kata Direktur Bisnis Mikro, Ritel, & Usaha Syariah Bank Jatim, Tonny Prasetyo.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 1,43 persen menjadi Rp78,6 triliun. Current Account Saving Account (CASA) mencapai Rp52,2 triliun dengan porsi 66,49 persen, sedangkan Time Deposit (TD) berada di angka Rp26,3 triliun.
Rasio keuangan Bank Jatim juga menunjukkan kinerja yang solid. Rasio profibilitas meningkat yang ditunjukkan dengan Return on Asset (RoA) mencapai 1,93 persen dan Return on Equity (RoE) 13,35 persen.
Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) juga terjaga di level 6,15 persen. Dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) masih cukup ideal di angka 85,39 persen.