sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BCA (BBCA) Gabungkan Layanan Digital dan Fisik, Transaksi Nasabah Tumbuh 60 Persen

Banking editor Tangguh Yudha
11/09/2026 18:45 WIB
BCA melakukan integrasi layanan perbankan digital dan jaringan kantor fisik melalui pendekatan hybrid banking yang mendorong pertumbuhan transaksi nasabah.
BCA (BBCA) Gabungkan Layanan Digital dan Fisik, Transaksi Nasabah Tumbuh 60 Persen. (Foto: iNews Media Group)
BCA (BBCA) Gabungkan Layanan Digital dan Fisik, Transaksi Nasabah Tumbuh 60 Persen. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan integrasi layanan perbankan digital dan jaringan kantor fisik melalui pendekatan hybrid banking. Hal itu mendorong volume transaksi nasabah tumbuh hingga 60 persen dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Pendukung Operasi Wilayah VI BCA, Lenny Cendra memaparkan, pertumbuhan tersebut menunjukkan kanal digital dan layanan fisik dapat berjalan beriringan dalam memenuhi kebutuhan nasabah.

"Transformasi digital dan kehadiran kantor cabang saling melengkapi dalam memberikan pengalaman perbankan yang relevan. Kami ingin memastikan nasabah senantiasa memiliki fleksibilitas penuh untuk memilih kanal layanan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka,” katanya, Jumat (11/9/2026).

Hingga akhir Juni 2026, BCA melayani 42 juta rekening nasabah melalui dukungan layanan perbankan digital seperti myBCA dan BCA mobile, jaringan 1.272 kantor cabang, serta lebih dari 20.000 mesin ATM/CRM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan transaksi tersebut turut menopang kinerja penghimpunan dana BCA. Pada semester I-2026, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 7,9 persen secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun.

Lenny menyampaikan, untuk memperkuat pengalaman perbankan yang relevan bagi nasabah, BCA juga terus meningkatkan kualitas jaringan fisiknya. Salah satunya melalui peresmian gedung baru sekaligus peningkatan status KCP Kemiling di Bandar Lampung, Lampung.

Berlokasi di Gedung Chandra Kemiling, Jl. Teuku Cik Ditiro No. 56 Bandar Lampung, KCP Kemiling kini beroperasi sebagai KCP penuh setelah sebelumnya berstatus KCP Kas. Relokasi dan peningkatan status tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah nasabah serta aktivitas perekonomian di kawasan Kemiling dan sekitarnya.

Menurut Lenny, kebutuhan terhadap layanan fisik masih tetap penting, terutama untuk kebutuhan perbankan yang memerlukan pendampingan dan interaksi secara langsung.

“Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. Namun, kami melihat kebutuhan terhadap layanan fisik tetap penting, khususnya untuk berbagai kebutuhan perbankan yang memerlukan pendampingan dan interaksi langsung,” ujarnya. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement