sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Perluas Insentif KLM, BBNI dan BMRI Berpotensi Dapat Tambahan Likuiditas

Banking editor TIM RISET IDX CHANNEL
10/08/2026 10:54 WIB
Kebijakan Bank Indonesia (BI) memperluas insentif likuiditas makroprudensial (KLM) berpotensi menjadi angin segar bagi perbankan, terutama BNI dan Bank Mandiri.
BI Perluas Insentif KLM, BBNI dan BMRI Berpotensi Dapat Tambahan Likuiditas. (Foto: Magnific)
BI Perluas Insentif KLM, BBNI dan BMRI Berpotensi Dapat Tambahan Likuiditas. (Foto: Magnific)

Sementara itu, kanal suku bunga dan financing-to-funding digantikan dengan skema baru, yakni Money-Market Deepening KLM (KLM PPU) dengan insentif maksimal 2 persen.

Bank yang memiliki surat berharga negara (SBN) dan surat berharga BI yang memenuhi kriteria, termasuk SRBI berdenominasi rupiah non-repo, di bawah 19 persen dari total pendanaan akan memperoleh insentif hingga 200 basis poin (bps).

Sebaliknya, bank dengan rasio tersebut mencapai 19 persen atau lebih tidak mendapatkan insentif dari kanal KLM PPU.

Dengan demikian, tambahan insentif 2 persen dari kanal baru tersebut membuat batas maksimum KLM meningkat 50 bps menjadi 6 persen dari DPK.

BBNI dan BMRI Berpeluang Meraih Insentif Penuh

Mirae Asset menilai BBNI dan BMRI menjadi dua bank yang berpotensi memenuhi kriteria untuk memperoleh tambahan insentif tersebut.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement